Aksara Jawa Angka dan Penjelasan Lainnya

Aksara Jawa Angka

Berbicara mengenai angka, memang tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi dalam kehidupan sehari-hari, setiap masyarakat akan selalu menghadapi angka di setiap urusan. Termasuk orang Jawa, atau ketika Anda kuliah di Telkom University yang bertempat di Bandung, mau tidak mau mereka harus mengenal angka Jawa karena mahasiswanya juga banyak yang dari Jawa.

Apa Itu Aksara Jawa Angka?

Pada dasarnya, angka Jawa merupakan angka yang memakai sistem hindu arab. Biasanya angka tersebut banyak orang gunakan secara bersamaan dengan yang namanya aksara Jawa. Itulah sebabnya, masyarakat menyebutnya sebagai aksara angka. Meski begitu, faktanya aksara tersebut berganti menjadi angka arab.

Secara bahasa, dalam pengucapan angka aksara Jawa itu sangatlah jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Perlu Anda ketahui, bahwa aksara Jawa angka itu memiliki dua penyebutan berbeda-beda. Yaitu secara kasar atau biasanya terkenal dengan istilah ngoko dan secara halus / krama inggil.

Penulisan angka Jawa atau biasa terkenal dengan kata wilangan, pada dasarnya hampir mirip dengan angka latin pada umumnya. Alhasil, bagi Anda yang ingin mempelajarinya, caranya cukup mudah saja. Itu karena aksara wilangan tersebut, tak serumit aksara muda maupun hanacaraka lainnya.

Beberapa Fungsi dari Aksara Jawa Angka

Fungsi dari angka Jawa pada umumnya sama saja dengan angka biasanya. Angka ini bisa masyarakat gunakan untuk berbagai macam keperluan seperti menulis tahun, harga, jumlah, tanggal maupun alamat sekali pun. Semuanya memiliki fungsi yang sama, hanya saja tidak banyak yang menggunakannya.

Meskipun penulisan angkanya bisa Anda tulis menggunakan hanacaraka, seperti misalnya saja pada engka empat yang tertulis menjadi “papat”. Namun, dengan adanya angka Jawa seperti ini membuat penulisan baik di tanggalan, tahun, jumlah dan masih banyak lagi menjadikannya jauh lebih ringkas.

Untuk cara penulisannya, Anda harus mendahului dan mengakhiri angka Jawanya dengan sandangan pada pangkat. Namun, bila angka Jawa tak ada tanda koma maupun titik. Sandhangan di pangkat cukup Anda tulis sekali saja sebagai pemisahnya.

Uniknya Filosofi Angka Jawa

Jawa merupakan suku yang terkenal paling unik, termasuk dalam pengucapan Aksara Angka Jawanya. Dalam sebutan beberapa buah angkanya tersebut, kabarnya terselipkan pesan moral yang bisa Anda gunakan sebagai tuntunan kehidupan sehari-hari dengan baik. Keunikannya antara lain :

  1. Menyebut Angka Jawa 11 Hingga 19

Penyebutan angka Jawa memanglah terkenal sangat unik dan jauh lebih berbeda dengan bahasa Indonesia. Bagi Anda yang merupakan orang suku Jawa, pastilah tak asing lagi dengan hitungan bahasa Jawa seperti siji, loro, telu dan seterusnya. Jika masuk belasan, polanya akan berbeda lagi.

Misalnya saja pada 11 sampai dengan 19 ini, bahasa Jawa tidak menyebutkan 11 dengan sebutan sepuluh siji dan 12 dengan sepuluh loro. Akan tetapi, cara penyebutan angka 11 ini yaitu sewelas, sedangkan 12 adalah rolas. Penyebutan tersebut memiliki makna sendiri, di mana manusia di usia ini mempunyai welas asih atau kasih sayang.

  1. Menyebut Angka Jawa 21 Hingga 29

Setelah pola bilangan belasan, kini berlanjut ke angka 21 sampai dengan 29. Berbeda dengan bahasa Indonesia pada umumnya, pola pengucapan angka tersebut bukan rongpuluh siji, rongpuluh loro. Akan tetapi, di zaman Jawa kuno mereka menyebutnya dengan menambah kata likur.

Likur sendiri mempunyai makna yang berarti “lungguh kursi” atau artinya duduk di kursi. Itu karena manusia pada usia tersebut sudah mendapatkan yang namanya kedudukan. Atau biasanya orang lain kenal sebagai profesi yang mereka geluti.

Itulah penjelasan secara singkat mengenai aksara Jawa angka beserta dengan fungsi dan keunikan filosofinya. Seperti pada keyakinan zaman dahulu, orang Jawa kuno sampai sekarang masih mempercayai pengucapan angka tersebut dan mereka terapkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Open chat
Assalamualaikum

Mau pesan tiket Goa Pindul?